Jumat, 24 Desember 2010

Urine


Urine
Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Pengeluaran urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh.
Secara umum urin berwarna kuning. Urin encer warna kuning pucat (kuning jernih), urin kental berwarna kuning pekat, dan urin baru / segar berwarna kuning jernih. Urin yang didiamkan agak lama akan berwarna kuning keruh. Urin berbau khas jika dibiarkan agak lama berbau ammonia. Ph urin berkisar antara 4,8 – 7,5, urin akan menjadi lebih asam jika mengkonsumsi banyak protein,dan urin akan menjadi lebih basa jika mengkonsumsi banyak sayuran. Berat jenis urin 1,002 – 1,035.
Secara kimiawi kandungan zat dalan urin diantaranya adalah sampah nitrogen (ureum, kreatinin dan asam urat), asam hipurat zat sisa pencernaan sayuran dan buah, badan keton zat sisa metabolism lemak, ion-ion elektrolit (Na, Cl, K, Amonium, sulfat, Ca dan Mg), hormone, zat toksin (obat, vitamin dan zat kimia asing), zat abnormal (protein, glukosa, sel darah Kristal kapur dsb)

Sabtu, 11 Desember 2010

Sistem Neurologis Bayi Baru Lahir

Sistem Neurologis
1. Perubahan Fisiologis Sistem Neurologis pada Bayi Baru Lahir
Pada saat lahir sistem saraf belum terintegrasi sempurna namun sudah cukup berkembang untuk bertahan dalam kehidupan ekstra uterin. Fungsi tubuh dan respon-respon yang diberikan sebagian besar dilakukan oleh pusat yang lebih rendah dari otak dan reflek-reflek dalam medulla spinalis. BBL baru dapat menjalankan fungsi pada tingkat batang otak. Kontrol saraf dari pusat yang lebih tinggi secara bertahap berkembang, membuat lebih memungkinkannya perilaku yang kompleks dan bertujuan. (Hamilton, 1995).
Kebanyakan fungsi neurologis berupa reflek primitif. Evaluasi reflek primitif dan tonus otot merupakan pengkajian perilaku saraf (neuro behavioral) pada neonatus. BBL memiliki banyak reflek yang primitif. Waktu, saat reflek BBL ini muncul dan menghilang, menunjukkan kematangan dan perkembangan sistem syaraf yang baik. Reflek yang sering ditemukan pada BBL normal adalah menghisap dan membuka mulut (rooting), menelan, menggenggam telapak tangan dan kaki, menjulurkan lidah, reflek moro, dll (Bobak, 2005).

Sabtu, 04 Desember 2010

Manifestasi Klinik Gagal Ginjal Kronik


Manifestasi Klinik Gagal Ginjal Kronik
Keparahan tanda dan gejala pasien gagal ginjal kronis bergantung pada bagian dan tingkat kerusakan ginjal, kondisi lain yang mendasari, dan usia pasien. Manifestasinya dapat bermacam-macam yaitu :
A.    Manifestasi kardiovaskuler pada gagal ginjal kronis mencangkup hipertensi (akibat retensi cairan dan natrium dari aktivitas system rennin-angiotensin-aldosteron), gagal jantuing kongestiv, edema pulmoner (akibat cairan berlebih), dan perikarditis (akibat iritasi pada lapisan pericardial oleh toksin uremik). Gejala dermatologi yang sering terjadi menyangkut rasa gatal yang parah (pruritis). Butiran uremik, suatu penumpukan Kristal urea dikulit, saat ini jarang terjadi akibat penanganan yang dini dan agresif pada penyakit ginjal tahap akhir.
B.     Gejala gastrointestinal juga sering terjadi dan menyangkut anoreksia, mual, muntah dan cegukan.
C.     Perubahan neuromuscular mencangkup perubahan tingkat kesadaran, tidak mampu berkonsentrasi, kedutan otot, dan kejang.
D.    Manifestasi kelainan kulit pada penderita gagal ginjal kronis
1.      Perubahan kulit secara umum
1.1. Kulit kering (xerosis)
Gagal ginjal dapat menyebabkan perubahan pada kelenjar keringat dan kelenjar minyak yang menyebabkan kulit menjadi kering.

Minggu, 28 November 2010

PENCEGAHAN PENYAKIT CHIKUNGUNYA


PENCEGAHAN PENYAKIT CHIKUNGUNYA
Untuk mencegah penyebaran penyakit chikungunya ini, maka kita haruslah memperhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal kita. Caranya adalah dengan mengendalikan persebaran nyamuk ini dengan cara melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat  perkembangbiakan nyamuk, dan perbaikan desain rumah. Contohnya dengan menguras bak mandi atau penampungan air sekurangkurangnya sekali seminggu. Untuk cara memberantas nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang tepat guna adalah dengan cara melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yaitu kegiatan memberantas jentik ditempat berkembangbiaknya dengan cara :
1.       Kimiawi (Larvasidasi).
Larvasidasi adalah pemberantasan jentik dengan menaburkan bubuk larvasida. Pemberantasan jentik dengan bahan kimia tersebut untuk wadah yang tidak dapat dibersihkan, dikuras, juga dianjurkan pada daerah yang sulit air. Bila wadah telah diberi larvasida

Sabtu, 27 November 2010

Melatih Ketrampilan pada Orang Tunanetra

1. Kontak Pertama:
Setelah (atau sambil) mengkomunikasikan tawaran anda untuk menuntun, sentuhkanlah punggung tangan anda ke punggung tangannya. Ini dimaksudkan agar orang tunanetra dapat mengetahui dengan pasti bagian lengan anda yang harus dipegangnya sebagai tumpuan tuntunan.
2. Cara Memegang:
Bukan anda yang memegang orang tunanetra yang anda tuntun itu, melainkan dia yang memegang lengan anda pada bagian di atas sikut, dengan empat jarinya berada di bagian dalam dan ibu jarinya di bagian luar lengan anda. Pegangan harus cukup kokoh tetapi seringan mungkin sehingga tidak terasa mengikat. Di sebelah kiri atau sebelah kanan? Tergantung kesukaan dan kebiasaan.
3. Posisi Pegangan:
Pada saat berjalan, lengan anda harus tetap lemas. Lengannya juga lemas,